Saturday, 18 January 2014

Ayah . . .

Dalam diamnya seorang ayah ,
Berjuta kalimat tersembunyi . . .
Kerana itu sudah menjadi tabiat lelaki ,
Tak ingin terlihat lemah . . .

Lalu ,
Di mana cintanya dapat dibaca ?
Saat ia menyudut sepi ,
Leleh air mata itu mengalir ,
Memikirkan anak-anak dengan segala cerita . . .
Ia takkan pernah membawa duka di matanya ,
Ia takkan membawa lelah di bahunya ,
Ia takkan pernah menyerah ,
Walau bertukar nyawa . . .

Jika ibu melanbangkan kasih ,
Maka ayah sang penjaganya . . .
Jika ibu membimbing dengan kelembutan ,
Ayah tampil dengan kewibawaan . . .
Ketika ibu berasa tak mampu ,
Ayah lah yang menepuk bahunya . . .
Memberikan semnagat ,
Agar bangkit tak menyerah . . .
Sapaan lembut seorang ibu padamu ,
Adalah terjemahan keinginan ayahmu ,
Agar engkau bahagia selalu . . .
Seorang ayah ,
Selalu menempatkan dirimu dan ibumu atas kepentingannya . . .
Demi kau dan si buah hati . . .

Lalu ?
Dimana dirimu wahai 'anak' ,
Saat ayahmu memerlukanmu ?

Bila bahumu tegak dan mengatakan :
" Ayah . Aku bangga sebagai anakmu dan akan kubuktikan padamu untuk menjaga kebanggaanmu kepadaku . . . "

Terima Kasih Ayah . . .

No comments:

Post a Comment