Saturday, 14 January 2012

Bila Kita Berbicara Soal Hati

Bila kita berbicara soal hati , hati itu ada pelbagai rasa yang mana kadang-kala sukar untuk ditafsirkan dan sukar untuk dimengertikan . Manusia selalunya tertipu dengan apa yang ada dalam hati dan perasaan . Perasaan itu kadangkala akan menipu akal dan fikiran . Kadangkala kita merasakan sesuatu yang ada di depan mata kita itu adalah yang terbaik . Dan kita juga sering berprasangka apa yang kita ada itu tidak cukup dan tidak baik . Namun , hanya Allah saja yang lebih mengetahui apa yang terbaik sedangkan kita tidak . Perasaan di hati kita itu juga adakalanya membuat kita kebingungan , kegelisahan , kerisauan , kegusaran dan sebagainya yang membuatkan kita resah dan tidak senang duduk . Sehinggakan kita terduduk menangis memikirkan kegundahan perasaan yang wujud itu .

Hati dan perasaan memang ada dalam setiap diri manusia . Cuma yang membezakan ialah bagaimana kita semua menjaga hati itu supaya ia selari dengan akal dan fikiran kita . Jika terlalu mengikut perasaan dan kata hati , kita juga bisa mati . Akal fikiran dan pertimbangan yang baik sahaja dapat memandu kita kepada satu jalan yang betul . Kadangkala kita semua ini suka berprasangka kepada orang di sekeliling . Orang yang berbuat baik dengan kita , kita akan berprasangka kononnya ada udang di sebalik batu . Ya , prasangka boleh jadi membantu hidup kita dan juga boleh membantutkan hidup kita . Kita sememangnya memerlukan prasangka tapi bukan prasangka  yang membantutkan hidup kita . Tapi , biarlah prasangka yang berpada-pada . Kita cuma perlu berhati-hati dan jangan terlalu mengikut kata hati .

Ada pendapat mengatakan wujudnya hati yang busuk , dan hati yang baik . Bagaimana hati yang busuk itu dan apa pula hati yang baik itu ? Bolehkah kita sebagai hamba Allah yang lemah ini membaca apa yang terbuku di dalam hati insan ataupun individu lain ? Hebat sangatkah kita meneka ? Hebat sangatkah diri kita ini bila kita dengan yakin dan megahnya berkata "Aku tahu niat dia tu memang tak elok . niat dia saje nak tarik perhatian . niat dia itu . niat dia ini . niat dia memang nak mengenakan orang lain . niat dia nak menunjuk-nunjuk ." Padahal diri kita sendiri pun kadang-kadang tidak dapat mengenal pasti niat dalam hati kita . Mulut bicara lain ,  tapi di lubuk hati berkata lain . Bagaimana diri kita ini boleh yakin dan sangat pasti dengan niat orang di sekeliling kita ? Sedangkan sesungguh-Nya Allah jualah yang lebih mengetahui .

Oleh itu , marilah kita muhasabah diri kita sendiri . Terlalu banyak kekhilafan diri . Aku juga selalu berteka-teka dengan hati , perasaan , akal dan fikiran sendiri . Kadang-kadang kita juga menjadi bingung hanya kerana perasaan sendiri . Kita juga sering berasa tidak pasti dengan diri sendiri . Semuanya kerana diri ini sendiri .

No comments:

Post a Comment